PERENCANAAN PENGADAAN OBAT

Ada beberapa cara/metode dalam menganalisis dalam rangka merencanakan pengadaan obat yaitu

A.    SITEM ANALISA PARETO

Untuk menemukan kelompok terkecil yang memiliki dampak terbesar pada hukum pareto, maka perlu dilakukan analisis ABC. Makna analisis ABC yaitu metode pengelompokan data, berdasar peringkat nilai tertinggi hingga terendah, yang terbagi atas 3 kelompok : A, B dan C.

Kelompok A: adalah beberapa jenis obat yang memakai alokasi paling besar (sekitar 80% dari total dana).Kelompok B: adalah beberapa jenis obat yang memakai alokasi dana sekitar 20% daritotal dana.Kelompok C: adalah beberapa jenis obat yang memakai alokasi dana sekitar 10% dari total dana.Data yang diperlukan untuk melakukan analisis Pareto adalah:-Harga patokan tiap jenis obat.-Jumlah perkiraan kebutuhan obat dalam 1 tahun.Hasil analisis Pareto ini dapat menunjukkan beberapa jenis obat yang menyerapsebagian besar dari alokasi dana (contoh perhitungan terlampir).

Informasi yang dihasilkan dapat digunakan dalam upaya menghemat biaya danmeningkatkan efisiensi misalnya dalam:

  • Perencanaan pola pengadaan.
  • Pengelolaan stok.
  • Penetapan harga satuan obat.
  • Penetapan jadwal pengiriman.
  • Pengawssan stok dan lain-lain.
  • Monitoring umur pakai obat

manfaat yang bisa diraih jika berhasil memenuhi pengadaan sesuai kondisi hukum pareto, antara lain :

  • Tidak terjebak pada kondisi bisnis apotek yang tidak teratur
  • Memiliki gambaran data untuk mengambil ketepatan perlakuan bisnis apotek
  • Merinci beberapa kelompok produk yang memiliki nilai strategis bagi bisnis apotek
  • Aliran kas terkendali dengan arus yang baik

B.    ANALISA VEN

Analisa juga dapat dilakukan dengan metode VEN (Vital, Esensialdan Non Esensial) untuk koreksi terhadap aspek terapi, yaitu dengan menggolongkan obat kedalam tiga kategori.Kategori V atau vital yaitu obat yang harus ada yang diperlukan untuk menyelamatkankehidupan, kategori E atau essensial yaitu obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit atau mengurangi pasienan, kategori N atau non essensial yaitu  meliputi berbagai macam obat yang digunakan untuk penyakit yang dapat sembuh sendiri,obat yang diragukan manfaatnya dibanding obat lain yang sejenis.

  • Kelompok V : kelompok obat yang vital antara lain : obat penyelamat, obat untuk pelayanaan kesehatan pokok, obat untuk mengatasi penyakit-penyakit penyebab kematian terbesar.
  • Kelompok E : kelompok obat yang bekerja kausal yaitu obat yang bekerja pada sumber penyebab penyakit.
  • Kelompok N : kelompok obat penunjang yaitu obat yang kerjanya ringan dan biasa dipergunakan untuk menimbulkan kenyamanan atau untuk mengatasi keluhan ringan.

Langkah-langkah menentukan VEN : menyusun kriteria menentukan VEN, menyediakan data pola penyakit, dan merujuk pada pedoman pengobatan.

Pemantauan status pesanan dilakukan berdasarkan system VEN dengan memperhatikan nama obat, satuan kemasan, jumlah obat diadakan, obat yang sudah dan belum diterima.

C.     KOMBINASI

Dengan pengadaan barang yang baik maka rumah sakit atau apotek dapat mendapat keuntungan maksimal dan menghindari banyak kesalahan dan kehilangan suatu obat. Penggunaan Analisis ABC dalam perencanaan bertujuan untuk melakukan identifikasi obat menurut nilai pemakaian dan nilai investasi, sehingga manajemen yang efektif dapat berkonsentrasi pada Obat yang jumlahnya sedikit tetapi mempunyai nilai investasi yang besar. Tanpa analisis ABC dimungkinkan akan dilakukan upaya besar untuk mencoba mengatur semua obat dengan prioritas yang sama sehingga menjadi tidak efektif secara keseluruhan. Dengan pengelompokan ini, apabila IFRS mampu mengendalikan obat kelompok A dan B berarti sudah bisa mengendalikan sekitar 80% – 95% dari nilai obat yang digunakan. Dengan pengelompokan tersebut maka cara pengelolaan masing-masing akan lebih mudah sehingga peramalan, pengendalian stok dan keandalan pemasok dapat menjadi lebih baik. Lalu dengan system analisa VEN, pengadaan barang semakin dapat terkontrol berdasarkan kepentingan obat itu sendiri disamping aspek ekonomi namun efektifitas obat tersebut.

 

4 responses to “PERENCANAAN PENGADAAN OBAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s